Rabu, 26 Januari 2011

CROP CIRCLE

Jakarta - Versi LAPAN, pembuat crop circle di Sleman adalah manusia. Hingga kini si pelaku belum berani muncul dan mengaku bertanggung jawab atas aksi hebohnya itu. Pembuat crop circle bisa saja dipidana jika pemilik sawah tak terima.

"Kalau itu sawah rusak, dan pemilik sawah tidak terima, bisa jadi pidana," ujar Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Mabes Polri Kombes Pol Boy Rafli Amar usai rapat bersama Tim Pengawas Century di DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (26/1/2011).

Menurut Boy, jika ada unsur kerugian yang dialami pemilik sawah 7 petak itu, tindakan pembuat crop circle terindikasi pidana.

Sebelumnya, Kapolsek Berbah AKP I Made Muliawan mengatakan, pihaknya sedang mencari pelaku dan akan mengenakannya pasal perusakan. Sementara, sejumlah kalangan menyarankan polisi tidak perlu menjerat pelaku dengan pidana, cukup mengganti rugi saja karena crop circle adalah bentuk kreativitas.

Kampus UGM juga menyebut aksi membuat crop circle sebagai kegiatan positif dan bukan kriminalitas. UGM juga memberikan apresiasi yang tinggi untuk para pencipta crop circle dan siap membantu membayar ganti rugi bila pelakunya benar adalah mahasiswanya.

Minggu, 23 Januari 2011

LULUSAN STAN


Penempatan Kerja 
Lulusan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara
 
Sebagaimana mahasiswa kedinasan, mahasiswa Sekolah Tinggi Akuntansi Negara terikat dengan peraturan  kedinasan itu sendiri, antara lain :
a. Wajib mengikuti masa ikatan dinas, yaitu selama 3 kali masa kuliah ditambah 1 tahun.
b. Harus bersedia ditempatkan di seluruh wilayah di Indonesia.
 
Mengenai penempatan kerja ini akan dapat memberikan gambaran dimana dan bagaimana ruang lingkup pekerjaan setelah lulus nanti.
 
Rincian tempat-tempat kerja tersebut adalah :
 
Prodip I dan III Spesialisasi Kebendaharaan Negara
a. Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN)
b. Ditjen Perbendaharaan.
c. Ditjen Anggaran Perimbangan Keuangan
 
Prodip Spesialisasi Bea Cukai
a. Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC)
b. Kanwil DJBC
c. Kantor Pelayanan Bea dan Cukai
 
Prodip I dan III Spesialisasi Perpajakan
· Kantor Pusat DJP
· BAPEKKI
· Setjen Depkeu
· Departemen Dalam Negeri
· BPK
· BPKP
· Bapepam
· Kemtentrian BUMN
· BPPK
Prodip Spesialisasi Pengurusan Piutang dan Lelang Negara
a. Kantor Pusat DJPLN
b. kantor Vertikal DJPLN
 
Prodip III Spesialisasi Pajak Bumi dan Bangunan
a. KPPBB
b. Kantor Pusat DJP
c. Kanwil DJP
d. BPPK
e. DJLK

JURUSAN DI STAN


Kiat memilih jurusan/program Diploma di STAN

Hal yang pertama kali perlu dipertimbangkan dalam memilih jurusan/program studi/program diploma di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara adalah minat dan bakat calon mahasiswa tersebut.

Dengan adanya minat yang kuat dan adanya bakat pada suatu jurusan tertentu diharapkan peluang untuk bisa diterima lebih besar, karena calon mahasiswa tidak ada tekanan dari pihak luar (orang tua/keluarga/teman atau hanya ikut-ikutan), sehingga saat mengerjakan ujian tidak ada beban lain dan lebih berkonsentrasi pada materi ujian.

Hal berikutnya yang perlu dipertimbangkan adalah kondisi umum dari jurusan yang ada di STAN tersebut termasuk jumlah peminat serta tingkat kesulitan pada jurusan tertentu.

Secara umum tingkat kesulitan yang dihadapi akan sebanding dengan hasil/output yang akan diperoleh mahasiswa itu sendiri.

Pada awalnya jurusan akuntansi adalah lembaga yang terpisah dari jurusan lain, yang diketuai oleh Direktur STAN sedangkan jurusan lain dibawah Badan Pendidikan dan Latihan Keuangan. Namun untuk saat ini, kelihatannya sudah menjadi satu wadah.

Tingkat kesulitan untuk masuk jurusan akuntansi biasanya paling tinggi karena selain jumlah peminat yang paling banyak, menurut informasi jurusan akuntansi menuntut hasil USM yang lebih tinggi. Namun hal tersebut seimbang juga dengan hasil akhir yang diperoleh mahasiswa, karena lulusan akuntansi yang memenuhi persyaratan bisa langsung meneruskan ke jenjang Diploma IV yang tentu saja sudah diangkat menjadi CPNS.

Keuntungan lain memilih jurusan akuntansi, dalam hal penempatan kerja memiliki jaringan yang paling luas, karena bisa memilih ke unit mana saja, meskipun keputusan akhir penempatan sesuai SK. Pangkat/golongan lulusan D IV lebih tinggi dari lulusan D III atau D I.

Jurusan berikutnya yang termasuk banyak diminati adalah Perpajakan dan Bea Cukai.

Jurusan selanjutnya adalah Penilai PBB, Kebendaharaan Negara dan PPLN (Penilai Piutang dan Lelang Negara).

Dari masing-masing jurusan tersebut jika peserta merasa memiliki kemampuan yang cukup alangkah baiknya untuk bisa mengikuti perkuliahan di Jakarta, yang tentu saja saat ini hanya diperuntukkan bagi D III, karena selain output yang lebih baik, pendidikan di jakarta memperoleh pembinaan akhlak yang lebih baik pula dari lingkungan kampus.

Namun jika calon peserta kurang yakin dengan kemampuan yang dimiliki untuk dapat bersaing dengan puluhan ribu peserta lain, dengan di terima di D I yang pendidikannya diselenggarakan di daerah, hal tersebut juga merupakan suatu karunia yang harus disyukuri.

Bagaimana jika akhirnya tidak diterima di D III maupun D I?, siapkan Plan B atau rencana alternatif yang mungkin dapat dipilih, tentunya tidak perlu terlalu bersedih.

SYARAT - SYARAT MASUK STAN


  1. Berijazah Sekolah Menengah Umum (SMU)/Sekolah Menengah Atas (SMA), Madrasah Aliyah, dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) semua Bidang Keahlian tahun 2008, 2009, atau 2010.
  2. Nilai rata-rata Ujian Tulis [gabungan antara Nilai Ujian Akhir Nasional (UAN) dan Ujian Akhir Sekolah (UAS) pada Ijazah (untuk lulusan tahun 2008 dan 2009) atau pada Ijazah/Ijazah Sementara/Surat Keterangan Hasil Ujian (SKHU)/Surat Tanda Lulus (STL) (untuk lulusan tahun 2010) tidak kurang dari 7,00 (tujuh koma nol nol) dan nilai tersebut bukan hasil pembulatan.
  3. Bagi pendaftar (calon peserta USM) yang menggunakan ijazah dari sekolah luar negeri, ijazah yang bersangkutan harus disahkan oleh Kementerian Pendidikan Nasional.
  4. Umur berdasarkan tanggal lahir yang tercantum dalam Ijazah/Ijazah Sementara/STL/SKHU tidak lebih dari 21 tahun pada tanggal 1 September 2010 (dalam pengertian bahwa yang lahir sebelum tanggal 1 September 1989 tidak diperkenankan mendaftar).
  5. Tidak cacat badan dan bebas dari narkoba (narkotika dan obat terlarang).
  6. Belum menikah dan bersedia untuk tidak menikah selama mengikuti pendidikan.
  7. Khusus untuk Program Diploma III dan I Keuangan Spesialisasi Kepabeanan dan Cukai,ditambahkan persyaratan sebagai berikut:
·         Berjenis kelamin laki-laki;
·         Tinggi badan minimal 165 cm;
·         Tidak buta warna;
·         Bagi yang memiliki mata minus, tingkat minus mata yang diperbolehkan maksimal adalah minus 3 dan tidak silindris;
·         Bagi mereka yang dinyatakan lulus ujian tertulis, harus mengikuti dan lulus tes kesehatan dan kebugaran yang tempat pelaksanaannya akan diumumkan lebih lanjut.
  1. Menyetor biaya USM sebesar Rp 150.000,00 (seratus lima puluh ribu rupiah) ke rekening Bendahara Administrasi Keuangan BLU STAN di Bank Mandiri Kantor Cabang Jakarta Bintaro Jaya Nomor Rekening 128-00-0554888-5, dengan ketentuan sebagai berikut:
·         Setoran dapat dilakukan di setiap bank umum;
·         Periode penyetoran adalah tanggal 28 April 2010 s.d. 4 Juni 2010;
·         Bukti setor harus atas nama calon peserta ujian;
·         Panitia tidak menerima bukti setor kolektif;
·         Bukti setor harus disahkan/divalidasi petugas bank (tidak melalui ATM, Phone Banking, Internet Banking, dan lain-lain);
·         Uang yang telah disetor tidak dapat diminta kembali dengan alasan apa pun;
·         Biaya yang ditimbulkan akibat penyetoran uang pendaftaran adalah tanggungan pendaftar (calon peserta ujian).

AKUNTANSI

Akuntansi adalah pengukuran, penjabaran, atau pemberian kepastian mengenai informasi yang akan membantu manajer, investor, otoritas pajak dan pembuat keputusan lain untuk membuat alokasi sumber daya keputusan di dalam perusahaan, organisasi, dan lembaga pemerintah. Akuntansi adalah seni dalam mengukur, berkomunikasi dan menginterpretasikan aktivitas keuangan. Secara luas, akuntansi juga dikenal sebagai "bahasa bisnis".